Pabrikan Setujui Aturan Mobil Listrik Punya Suara

 

 

 

 

Ciberdiari.com – Pembuat mobil yang terhimpun dalam Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) telah sepakat bila mobil listrik memiliki suara. Gaikindo menyetujui dengan Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) No. 33 Tahun 2018 tentang Pengujian Tipe Kendaraan Bermotor pasal 23 lebih khusus mengenai batasan suara listrik di Indonesia.

Pasalnya, masyarakat Indonesia kerap tidak awas dengan kendaraan lain yang ada di sekitar.

Ketua Umum Gaikindo Yohanes Nangoi menjelaskan mobil tanpa suara jika dipakai di Indonesia akan membahayakan. Hal tersebut menilik pada karakter pemakai jalan di Indonesia.

“Setiap aturan pasti ada tujuannya. Mobil tanpa suara itu sangat berbahaya karena orang Indonesia kadang suka tidak kedengaran, tidak aware terhadap sekitarnya,” ungkap Nangoi di Jakarta.

Dia memberikan contoh sejumlah pabrikan roda empat juga sudah cukup siaga dengan hal yang sama. Sebut saja BMW yang menyediakan fasilitas speaker buatan untuk diterapkan pada mobil listriknya.

“Kalau saya tidak salah BMW i8, ya, dia pakai speaker. Sehingga ketika digas mobil masih ada suaranya. Tujuannya apa? Supaya tidak terjadi tabrakan atau segala macam yang merugikan. Jadi saya rasa ini positif,” tutur Nangoi.

“Saya rasa mobil seperti ini harus ada suaranya ketika dijalankan di Indonesia cukup realistis, ya. Malah kalah tidak ada suaranya kadang bahaya, kadang orang Indonesia itu kurang aware. Tapi untuk implementasinya, saya sendiri belum tahu,” dia menambahkan.

Sebagai informasi, Kementerian Perhubungan telah menerbitkan regulasi baru bagi kendaraan listrik yang dicantumkan dalam Permenhub No. 33 Tahun 2018. Salah satu aturannya yakni mobil listrik setidaknya mempunyai suara minimum 65 desibel.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *