Ini Tanggapan Yamaha Terkait Harga Lexi yang Dinilai Kemahalan

 

 

 

 

Ciberdiari.com – PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) secara resmi telah memublikasikan harga Baby NMax, Yamaha Lexi yang diluncurkan pada bulan Januari 2018 kemarin.

Untuk tipe standar harganya sekitar Rp 19 jutaan, sementara untuk tertinggi yaitu Lexi-S, Yamaha mematok harga sampai Rp22,8 juta on the road. Harga tersebut dianggap terlalu mahal untuk level skutik dengan kapasitas 125cc.

Mengomentari hal tersebut, Deputy Director PT YIMM, Hendri Wijaya mengungkapkan Lexi-S malah tidak patut dihargai demikian mengingat banyak disenjatai dengan banyak  fitur teknologi.

Selain itu, penampilan bodinya yang tampak elegan dan lebih ramping dari pada jajaran keluarga Maxi Series yang lain. Menurut Hendri, nilai sebuah kendaraan ditakar pada kenyamanan yang ditawarkan bagi konsumennya, bukan dinilai dari harga maupun kapasitas mesin.

“Sebenarnya sekarang sudah ada paradigma baru. Nilai sebuah motor itu bukan dari cc (kapasitas mesin) lagi. Cc itu bisa saja ukuran dan silinder, tapi nilai sebuah motor itu value, fitur dan kenyamanan berkendara. Jadi zaman sekarang itu sudah beda,” ungkap Hendri di Sentul.

Dia juga mengatakan zaman sekarang tidak sama dengan zaman dulu yang lebih mementingkan kapasitas mesin lantaran banyak yang adu kecepatan.

“Kalau zaman dulu kita adu kencang, kalau perlu korek tuh motor. Kalau sekarang, anak muda lebih ke gayanya, banyak fitur. Jadi kalau soal cc bukan masalah lagi,” tuturnya.

Kemudian, akankah anak muda menjadi target penjualan Lexi?

Manager Public Relation YIMM, Antonius Widiantoro mengungkapkan Yamaha tidak mempunyai spesifikasi khusus mengenai target konsumen untuk motor Lexi.

“Semua kalangan, mulai dari orang tua dan juga anak muda. Jadi, enggak terbatas,” ungkap Antonius.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *